Kamis, Maret 01, 2012

TUJUAN YANG TERLUPAKAN

Pertandingan antara Myanmar vs Indonesia telah usai. Skor akhir menunjukkan 3-1 untuk kemenangan tim Myanmar. Untuk saat ini pertandingan timnas bagiku kurang menggairahkan. Rasanya kurang gereget aja. Gak tau kenapa karena ulah pengurus PSSI yang terlalu arogan atau gmana, gw juga gak paham. Abis nonton gw ma andry (temen kost gw) nyantai diluar kost. Kebetulan ada Jeklyn, semakin asyik deh kami ngobrol. Awalnya kami ngobrol tentang penampilan timnas yang barusan. Bagi kami sangat mengecewakan, selain nama yang kurang familiar penampilan cenderung membosankan. Hanya ada nama Andik V yang cukup familiar bagi kami. Itupun terkesan dipaksakan setiap serangan melalui kaki dya. Jadilah pertandingan yang membosankan.
Lama kami ngobrol sampailah pada sebuah topic yang sangat hangat di lingkungan kami. Koperasi, ya itulah wadah organisasi yang berkembang di lingkungan kami. Awalnya bergerak dalam simpan pinjam. Setiap peminjaman uang dikenakan bunga sebesar 5 % per bulan. Bagi kami dengan adanya koperasi bisa membantu kami saat butuh tambahan dana untuk keperluan kami. Semakin kesini mulai ada usaha lain selain simpan pinjam. Koperasi menyediakan beras bagi para anggotanya dengan pembayaran di akhir bulan. Sebagai anggota gw juga ambil beras dari koperasi.
Setelah sekian waktu berjalan ada wacana untuk menaikkan bunga pinjaman. Besarnya 8 %. Dengan suku bunga sebesar itu menurut pandangan gw cukup memberatkan anggota. Alasan pengurus agar SHU banyak. Tapi seharusnya tidak dengan menaikkan suku bunga. Kembali lagi dengan hakikat koperasi. Tujuan dari koperasi adalah mensejahterakan anggota bukan untuk mencari keuntungan. Denger ada wacana akan menarik investor sebagai modal dengan imbalan 3% per bulan. Dengar aja dah bikin gak enak. Secara logika aja anggota nyimpen uang (tabungan) per bulan SHU gak dapat 3 %., koq tiba2 ada orang bukan anggota nanam saham dapat SHU yang sebesar itu. Ini sama aja membuat anggota koperasi jadi gak semangat. Malah sempat denger dari salah satu pengurus akan invest ke koperasi. Dengan demikian menunjukkan bahwa pengurus pun dengan tidak langsung menganggap bahwa dengan invest dya lebih untung daripada jadi anggota yang rajin menabung. Keputusan pengurus sih gak salah, mungkin mereka beranggapan bahwa dengan ada modal yang cukup besar akan membuat koperasi semakin maju. Tetapi mereka lupa bahwa tujuan koperasi yang sesungguhnya adalah mensejahterakan anggota. Dengan adanya koperasi secara tidak langsung akan membuat para anggota jadi lebih sejahtera.
Menurut pandangan gw pengurus koperasi jangan terlalu nafsu dulu lah. Awalnya aja simpan pinjam, harusnya untuk yang urusan satu ini lancar dulu. Sekarang aja qt mau pinjem belum tentu bisa 100% dari yang kita ajukan dapat cair semua. Masih mau ngembangin usaha yang lain. Semua harus berjalan bertahap. Ambillah kebijakan yang pas. Mungkin bagaimana cara agar anggota lebih giat menabung. Pembayaran utang anggota juga lancer. Kalau mau ambil modal dari pihak luar juga perhitungkan secara matang lah. Dengan bunga 3 % per bulan,, setahun dah 36 %. Sungguh sangat untung orang tersebut. Di bank manapun ga ada yang ngasih bunga sebesar itu pada nasabahnya. Bahkan dengan deposito pun bunga gak sampai sebesar itu. Perbaikilah kata2 buat promosi. Misalnya investasi ke koperasi dengan bunga 10 % per tahun. Angka 10 tuh dah besar banget,, dan orang banyak yang tertarik menggunakan uangnya untuk investasi. Coba kalau dengar 3 % per bulan. Bagi orang yang teliti pasti akan senang, tapi bagi yang kurang berminat akan berlalu begitu saja. Padahal angka itu sebenarnya besar.
Bagi para pengurus gw berharap sih yang terbaik buat semuanya. Jangan sampai dengan adanya orang yang invest akan menjadi beban bagi kalian. Gak mudah ngelola uang banyak. Ibarat pepatah semakin tinggi pohon maka angin yang bertiup pun akan semakin kencang. Semoga aja punya akar yang kuat sehingga dengan adanya angin yang besar pun tidak akan menggoyahkan berdirinya kalian. Kita lihat perkembangan koperasi ini bulan depan. Apakah semakin berkembang atau malah akan membuat anggota jadi malas pinjem uang ke koperasi, karena suku bunga yang terlalu tinggi. Dengan adanya invest berarti ada tanggung jawab untuk membayar suku bunga. Itu dah jadi biaya bulanan yang tidak bisa ditawar lagi. Beda kalu modal itu dari anggota yang menabung uangnya di koperasi. Kita tidak perlu mengurus lagi masalah bunga atau apa lah. Yang ada hanya SHU bagi anggota. Wajar kalau yang tabungan semakin banyak dapat yang lebih banyak pula. Daripada buat bayar orang lain kan mending dikasih ke anggota… benar atau benar kawan….

Tidak ada komentar: