Pagi yang dingin membangunkan gw
untuk memulai sebuah aktifitas. Gw ma teman dari kampong berencana untuk
jalan-jalan ke keluar pulau jawa. Kami sepakat untuk menyebrangi selat sunda
menuju p Sumatera. Perjalanan kami mulai dari kontrakan. Kami berangkat dari
kontrakan sekitar pukul 05.00, suasana masih gelap. Kami ber2 menuju bantar
gebang untuk kemudian menuju bekasi. Tujuan kami adalah tol timur bekasi karena
bus yang menuju merak lewat tol timur. Saat sampai tol timur, kami melihat ada
bus yang menuju merak, tapi alangkah malangnya, begitu kami turun dari angkot,
bus langsung berangkat. Sial harus nunggu lagi beberapa jam. Sambil nunggu
perut gw terasa lapar juga, akhirnya diputuskan untuk beli sarapan. Gw ma Rudi
(temen gw) beli nasi kuning dan beberapa
gorengan. Tak lama kemudian bus yang kami tunggu pun datang. Kami langsung
naik, dan duduk di bagian belakang. Dalam perjalanan kami makan tuh nasi kuning
yang dah di beli.
Lama perjalanan dalam bus kira2 3
sampai 4 jam. Dalam bus kami sepakat untuk ngerjain temen kami yang ada di
kampung. Kami berdua sms dengan kata yang sama. Sampai lama kami smsan dengan
kata yang sama. Balasan dari teman gw pun sama. Jadi semakin asyik aja kami ngerjain
tu anak. Sampai serang sekitar pukul setengah 10 jalanan agak tersendat. Ada pedagang asongan masuk
menawarkan dagangannya. Ada
buah, minuman, permen dan lainnya. 1 penjual kacang dan permen jahe membagikan
jajanannya kepada para penumpang. Tak lama kemudian dia mengambilnya. Tapi
permen yang ada disamping gw koq ga diambil. Pertama gw diamin aja tu makanan,
sampi akhirnya gw ma temen sampai merak dan permen masih ada tak bertuan.
Daripada mubadzir, jadi yang terpaksa gw ambil aja tuh permen dan kacang.
Jam setengah 11 kami sampai
terminal merak. Sedikit bingung juga mau jalan ke arah mana. Akhirnya dengan
feeling kami, maju terus mengikutiu arah orang-orang berjalan. Saat jalan kami
penuh canda dan tawa. Banyak orang yang melihat kami, gak tau apakah mereka
terganggu atau terkesima melihat tingkah kami berdua. Yang jelas kami berusaha
menikmati liburan kali ini. Sambil menuju pelabuahan kami sempet mengabadikan
beberapa momen. Sesampai di loket kami langsung beli 2 tiket penyebrangan.
Harganya 11,500 (murah coy). Langsung
menuju dermaga dan mencari tempat yang enak. Diatas kapal banyak anak2
pelabuhan yang minta uang untuk diceburin ke laut, dan mereka akan terjun untuk
mengambil uang itu. Terus terang aja gw ngebayanginnya ga tega. Akhirnya gw
beri deh unag 5rbu, tanpa harus nyebur. Agak lama kami dalam kapal menunggu
kapal berlayar. Kami jalan menyusuri semua sisi dari kapal tersebut. Mulai dari
belakang, samping hingga bagian depan kapal.
Sekitar jam sete12 kapal mulai
berlayar. Awalnya kami ga tau kalau kapal dah berlayar. Cuma terasa ada yang
bergoyang. Begitu melihat bagian daratan, ternyata benar dah kapal dah mulai
berlayar. Saat pertama gerak, kami sempat berfikir akan mengalami masalah
dengan perjalanan kali ini. Kami coba untuk menata hati kami. Tapi semakin lama
asyik juga bahkan kami menganggap dari semua alat transportasi yang pernah kami
naiki yang paling enak adalah kapal. Sepanjang perjalanan kami hanya mondar
mandir di tepi kapal. Kami mencoba untuk melihat bagian kapal paling depan. Dengan
sedikit rasa takut, akhirnya kami berhasil menuju ujung depan kapal. Walaupun
udara diatas laut sangat menyengat, namun terbawa oleh angin yang bertiup
kencang. Banyak pemandangan yang bisa kami lihat dari posisi ini. Terlalu asyik
dengan perjalanan tak terasa perjalanan dah 2 jam setengah dan bakauwuni pun
terlihat.
Begitu sampai di dermaga kami
langsung mencari mushola untuk sholat, dan kemudian menyusun rencana mana yang
mau dituju. Jujur aja kami gak tau apapun yang ada disini. Ini juga baru pertama
kalinya kami menginjakkan kaki di P Sumatera (walupun Cuma di ujung pulau)
hehehehe…. Setelah selesai sholat kami bermaksud untuk mengisi perut. Sambil
makan es cendol kami coba untuk bertanya
apa yang bisa dilihat dari sekitar sini. Dan mereka bilang ada menara SIGER.
Kami tertarik untuk kesana, gw coba Tanya angkutan yang kesana ada ga’..
ternyata ga ada. Yang ada hanyalah ojek. Kami kesana naik ojek dengan ongkos
Rp5000. , saat mau masuk ke tempat itu kami sempet ditanya ma petugas yang
jaga. Kami ditanya darimana dan sebagainya. Akhirnya setelah dicek KTP kami,
kami dipersilahkan masuk dengan syarat KTP ditinggal (gila emang dikira gw
teroris). Tapi tak apalah Cuma KTP ini,, lagian ntar low balik juga pasti
dikembalikan koq,,, kami berdua pun masuk ke menara siger… kami menyusuri
setiap sudut dari bangunan itu. Mondar mandir gak jelas sambil bercanda tawa
dengan suara yang keras, tak peduli dengan lingkungan sekitar. Yang penting
bahagia. Kira2 1 jam kami berada di menara SIGER untuk menghabiskan waktu. Kami
langsung menuju pelabuahan. Awalnya sempet berfikir untuk cari souvenir dari
sumatera tapi urung karena gak ada yang mnenarik menurut kami. Menuju pelabuahan
kami hanya jalan kaki. Kami cari kapal yang berangkat paling duluan.
Dalam perjalanan pulang gak
banyak yang bisa diceritakan. Badan udah sangat lelah, kami menuju mushola
untuk sholat ashar disitu dan istirahat. Suasana udara yang enak tak terasa
kami pun tidur di mushola. Maghrib kami
bangun dan badan udah agak enakan, bagitu selesai sholat kami keluar kapal
untuk menikmati perjalanan di malam hari. Sampai merak sekitar pukul 7.30,..
kami makan dan langsung menuju bekasi. Dalam perjalanan menuju bekasi kami
tidur dalam bus. Sampai kontrakan udah jam 12 malam. Langsung tidur pulas
sampai pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar