Rabu, April 02, 2014

Mudik Choy



Hari jumat, hari terakhir gw kerja. Hari senin tanggal merah ditambah cuti hari selasa, jadi libur panjang deh gw. Sore hari pulang kerja gw berencana mudi ke kampong halaman gw di jawa (ketemu orang tua dan keluarga)
Menjelang jam 5 gw dah was-was, cuaca kurang mendukung, hujan yang lumayan deras mengguyur bumi Bekasi. Tepat jam 5 sore hujan lumayan reda, dan tanpa piker panjang gw langsung pulang untuk mengambil barang-barang yang akan gw bawa ke kampong. Ada boneka (buat hadiah ulang tahun keponakan gw si diva), bola untuk tim sepakbola di kampong, dan lampu emergency yang udah lama gw beli untuk mushola depan rumah gw. Di kontrakan teman gw Triyono ( si Oyo ) udah siap untuk mengantar gw ke tempat pemberangkatan bus.
Dengan cuaca yang kurang mendukung kami berdua menuju ke pemberangkatan bus. Perjalanan cukup padat karena habis hujan dan banyak lubang. Kebetulan juga ini weekend libur panjang, so banyak orang yang mengakhiri kerja tepat setelah jam kerja usai. Setelah hampit 1 jam perjalanan kami berdua sampai di tempat pemberangkatan bus. Disana udah banyak penumpang antri untuk naik bus. Dan ternyata tinggal gw sendiri yang belum dating, jadi gak terlalu lama setelah gw naik bus, langsung deh bus Handoyo menyusuri jalanan yang basah diguyur air hujan.
Di lain pihak si Oyo pulang naik motor sambil hujan-hujanan. Sekitar setengah jam dia udah sampe kontrakan.
Perjalanan kali ini di barengi dengan hujan yang cukup lebat, bahkan atap bus ada yang bocor, sampai cikarang ternyata ga ada hujan sama sekali. Begitu masuk karawang hujan mulai turunn lagi. Sungguh sial pembersih air di kaca depan sopir macet, jadi harus diperbaiki lagi, perjalanan terhenti. Hampir setengah jam kru bus berusaha membenahi itu, tetapi hasilnya pun masih macet. Dan akhirnya bus terpaksa jalan dengan kondisi pandangan yang kurang jelas karena air hujan, dampaknya bus pun berjalan kurang cepat (alon-alon).
Perjalanan kali ini beda dari biasaya, rute yang dilewati biasanya pantura tapi kali ini dengan pertimbangan jalan yang kurang layak jalan di pantura kru bus memutuskan lewat rute Bandung-Purwokerto-Wonosobo-Magelang. Sepanjang perjalanan diguyur hujan. Menambah nikmatnya perjalanan kali ini. Lepas dari tol Cileunyi jalana agak lumayan padat, laju perjalanan pun melambat. Karena baru pertama kali mudik lewat jalur ini maka gw berusaha untuk tidak tidur. Ternyata jalan yang dilalui pun lumayan asyik, banyak tikungan menantang.
Jam 21.30 sampai di tempat pemberhentian bus untuk melepas lelah bagi si sopir dan kru nya. Penumpang yang lain pun  ada yang istirahat makan, sholat dan lainnya. Gw sendiri di situ sholat maghrib dan isya (jama ta’khir). Selanjutnya menikmati satu gelas kopi yang udah gw pesan sebelum sholat. Karena perut lumayan lapar gw pesan juga POP mie untuk mengganjal perut dan tak kupa sikat gigi serta pasta gigi. Sambil asyik makan mie gw ngobrol ma penjaga warung dan  tak lama kemudian bus siap untuk melanjutkan perjalanan.
Lanjutan perjalanan ini sopirnya ganti sopir yang lainnya. Lumayan kencang dan seru. Menyisir jalan di malam hari yang sudah mulai sepi. Sekitar 1 jam perjalanan, bus menuju POM bensin. Dan kurang beruntung bus ini menabrak pagar pembatas. Berurusan dech ma penjaga POM. Lumayan menyita banyak waktu, akhirnya setelah negosiasi cukup alot, selesai juga urusan. Untuk mengejar waktu bus berjalan kencang. Sampai akhirnya di depan ada Bus satu PO berhenti, bus yang gw naikin pun ikut berhenti untuk membantu menyelesaikan masalah. Sekitar setengah jam  bus pun berangkat lagi. Perjalan selajutnya kurang mengikuti karena gw sendiri bobo,,,,
Jam 5 pagi gw terbangun dan bus masih melaju cukup kencang,. Banyak bus-bus yang berhasil dilewati. Tak lama kemudian bus berhenti untuk istirahat para penumpang, serta menjalankan sholat subuh bagi yang menjalankannya (termasuk gw). Jam 6 pagi bus melanjutkan perjalanan menyusuri kota Purwokerto,,. Banjar Negara,. Wonosobo, temaggung dan akhirnya sampai di pasar secang pukul 09.00 waktu setempat.
Sesampai di pasar gw turun dari bus, dan jalan menuju tempat angkot menunggu penumpang. Lagi jalan ada yang memanggil, ternyata tetangga gw yang bekerja sebagai sopir angkott. Setelah bersalaman, kami ngobrol saling Tanya kabar. Sepanjang perjalanan kami banyak ngobrol tentang perkembangan desa, pembangunan masjid dan tentang pekerjaan masing-masaing. Sambil ngobrol gw sms Puguh (teman kampong) untuk ambil bola di kantor pos (padahal untuk jemput gw), maklum rumah jauh dari jalan raya. Dan tak lama setelah gw turun dari angkot, si puguh dating, udah siap-siap bawa ktp untuk identitas ambil bola di kantor pos,, dan begitu lihat gw, dia langsung nyadar kalau dia ditipu ma gw..
Gw pulang bareng dia. Sampai rumah jam setengah sepuluh. Di rumah biasa kosong, jadi gw bisa langsung masuk rumah tanpa diketahui oleh anggota keluarga gw. Bapak gw ada di sawah, Emak ada di Pasar, dan kakak gw lagi ngajar di sekolah. langsung memberikan bola ke puguh untk selanjutnya digunakan untuk main bola.
Tak lama berselang keponakan gw pulang, dan dia agak malu-malu saat pertama ketemu gw,, Awalnya dia gak mau diajak, bahkan malah nangis,, tapi setelah beberapa saat akhirnya mau bermain berasama.

Rabu, Maret 12, 2014

SIAPAKAH PEMILIK SAH NEGERI INI ?



“ Mari bersama kita tolak Upah Murah  !!! “.
“ Tolak Upah Buruh Murah !!! “
Slogan – slogan yang biasa kita dengar dalam setiap aksi buruh dimanapun berada.
 “Mengapa mereka berkeras yang hanya akan mengakibatkan investor asing batal menanamkan modalnya di Indonesia ?”.
“ Bukankah kita sekalian tuan-tuan telah mengupayakan yang terbaik bagi kesejahteraan rekyat dengan mendatangkan investor asing disini ?”
“ Belakangan ini aksi-aksi mereka ( buruh ) semakin marak & menjurus anarkis…..mereka ini pasti dimanfaatkan lawan-lawan politik kita tuan-tuan sekalian,…!”
Itulah saudara-saudaraku di seluruh Nusantara, tanggapan para tuan-tuan pejabat, penguasa negeri ini terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kaum buruh, baik itu buruh tani, buruh pabrik maupun buruh nelayan di seluruh wilayah negeri ini..
Aksi-aksi protes terhadap kebijakan pemerintah ( tuan-tuan penguasa ) negara ini dipandang sebagai cara atau hanya diperalat oleh lawan – lawan politik mereka.
Benarkah ini saudara-saudaraku ?
Biarlah aku bertanya kepada pemerintah ( tuan-tuan penguasa ) negara ini …. apabila saudara - saudaraku mengijinkan tentunya untukku memberikan pertanyaan yang sama, yang selalu diajukan oleh rakyat miskin ( buruh ) negeri ini.
Siapakah tuan-tuan penguasa sekalian ini ? Benarkah tuan-tuan penguasa sekalian adalah pemimpin negeri ini ? Bukankah kedaulatan tertinggi negeri ini adalah di tangan rakyatnya ?
Sebab aku tidak mengenal tuan-tuan penguasa sekalian ! Sebab kebijakan yang tuan-tuan penguasa sekalian sahkan mempermudah kapitalisme serta imperialisme untuk menghisap seluruh sendi-sendi rakyat di negeri ini ! Sebab tuan-tuan penguasa selalu melakukan program-program pembodohan publik, pembodohan rakyat ! Sebab tuan-tuan penguasa telah menghisap uang rakyat untuk kemewahan hidup tuan-tuan sekalian !!!!
Tolong saudara-saudaraku…..sekali lagi tolong saudara-saudaraku, aku mohon katakanlah apabila aku telah salah berkata-kata.
Apakah ini cita-cita mulia perjuangan nasional oleh pemimpin negeri ini terdahulu ?  Yang telah diperjuangkan dengan jiwa & raga mereka….Haji Cokroaminoto, Soekarno, Moeh. Hatta, Tan Malaka, Bung Syahrir, Bung Tomo dan juga kakek nenekku pamanku yang cacat terkena mortar.

Apabila benar yang telah kukatakan, mengapa kita semua lebih banyak berdiam diri ??? Apakah kita telah sepakat untuk menjual kemerdekaan rakyat negeri ini kepada kapitalisme & neo imperialisme ??? Siapakah pemilik sah negeri ini ? Kurasa kita semua sudah tahu jawabnya, benar bahwa pemilik sah negeri ini adalah rakyat ! Rakyat !! Rakyat !!!!
Marilah saudara-saudaraku….marilah kita berjuang untuk kemerdekaan rakyat dari kapitalisme dan neo imperialisme ! Kemerdekaan yang dicita-citakan pendahulu kita belumlah benar-benar terwujud di negeri ini……
Perjuangan kemerdekaan belum selesa!! Revolusi besar bangsa ini belumlah selesai !! Marilah kita sama-sama berjuang untuk kemerdekaan rakyat negeri ini dan tidak hanya diam karena terbelenggu paradigma – paradigma yang telah ditanamkan oleh kaum feodal kepada kita selama beberapa dekade !! Sadarkah saudara-saudara paradigma seperti apakah itu ????
Berpikir bahwa investor akan kabur apabila upah buruh tidak murah !
Berpikir bahwa tidak akan bisa melawan penindas !
Berpikir bahwa kita tidak bisa berdikari tanpa “bantuan” negara asing !
Pada kenyataannya investor kabur karena infra struktur yang tidak memadai dan jalur birokrasi yang sulit serta korup !! Pada kenyataannya negeri ini dibutuhkan oleh negara-negara asing di seluruh penjuru bumi ini karena hasil sumber daya alamnya yang melimpah ruah !!!!!
Telah tiba saatnya bagi kita saudara-saudaraku untuk kembali berjuang dengan segenap jiwa & raga demi kemerdekaan rakyat negeri ini dari kapitalisme & neo imperialisme ! Tiba saatnya bagi kita saudara-saudara sekalian untuk melawan penindasan & kesewenang-wenangan !!!
Maafkan aku wahai tuan-tuan penguasa sekalian ! Maafkan aku apabila berniat untuk melawan tuan-tuan penguasa sekalian ! Maafkan aku apabila berniat untuk meruntuhkan kapitalisme & neo imperialisme yang tuan-tuan penguasa sekalian pelihara !
Maafkan apabila perjuanganku adalah untuk kemerdekaan rakyat negeri ini !! Maafkan jika perjuanganku melawan tuan-tuan penguasa sekalian adalah untuk kemerdekaan pemilik sah negeri ini !!!!
Pemilik sah negeri ini adalah…..
Rakyat Indonesia merdeka yang anti kapitalisme & neo-imperialisme !!!!

Jumat, Februari 07, 2014

UAS TERAKHIR

Ujian kali ini dah kelar,,, karena cuma ambil 4 mata kuliah, so ujian pun cuma 4 kali. Pada hari pertama ujian cukup meyakinkan,, walaupun saat perjalanan mengalami rintangan yang lumayan, Hujan yang turun dari pagi hari sudah mulai reda. nyaris tidak ada air hujan yang turun. Akan tetapi parjalanan yan padat akan membuat langkah menuju kampus terasa lama. Yang biasanya perjalanan cuma 10 menit sampai, harus memekan waktu sekitar 1 jam. Itu pun sudah memakai motor,, coba kalau naik angkutan umum bisa jadi waktu ujian dah habis baru sampai TKP.
Pada ujian kedua nyaris tak ada sesuatu yang berarti. Perjalanan berjalan normal dan seperti biasanya. Berangkat dengan lancar, ujian, selesai dan pulang ke rumah.
Pada hari ketiga, tepatnya hari senin, gw ujian teknologi emulsi. Hujan dah mengguyur sedari pagi hari belum reda juga. jam 5 gw berangkat ke kampus dengan sedikit was-was, hujan masih tetap turun walaupun gak terlalu deras. Dengan perlindungan mantel akhirnya gw sampai ke kampus dengan pakaian yang masih selamat. masih ada waktu buat sholat dan ke kamar mandi. 
Ujian berlangsung dengan penuh ketegangan. pengawas kali ini sungguh disiplin. Bahkan tepat di depan duduk gw lagi. Untung gw masih ingat sedikit pelajaran yang pernah diajarkan dosen. Jadi gak begitu masalah bagiku dengan keadaan seperti ini. Ynag jadi masalah adalah teman-teman gw yang masih pada bingung nyari jawaban sana-sini. Dengan penuh treat dan trik akhirnya semua jawaban mampu dijawab dengan baik.
Selesai ujian hujan pun belum reda, dengan bekal jas hujan tanpa basa-basi lansung cabut. Hujan masih konsisten mengguyur parjalanan. Semakin lama malah semakin deras. Sempat berfikir untuk istirahat, akan tetapi hari semakin malam, dan besok masih ada aktofitas yang harus dikerjakan lagi. Kondisi badan yang udah basah kuyup karena hujan yang terlalu besar, bahkan jas hujan pun tak mampu untuk menahan air masuk ke badanku. Sesampai dirumah, gw langsung mandi dan istirahat.
Hari berikutnya ujian terakhir,, Gw berangkat dengan penuh semangat. Setengah jam sebelum masuk ujian gw dah sampai kampus. sempet belajar sebentar sama teman-teman gw, tapi apa daya soal yang diujikan diluar prediksi. Jadi deh ujian kali ini penuh dengan karangan yang indah. Untungnya si dosen baek,, soal suruh bawa pulang, dann dikerjakan di rumah, sebagai nilai tugas.
Soalnya seperti ini ni,,
1.       Dalam proses apa saja termokimia digunakan untuk memperkirakan energy yang terjadi?
2.   Apa yang dimaksud dengan tetapan kesetimbangan reaksi dan factor-faktor apa saja yang    mempengaruhinya?
3.       Sebutkan prinsip dasar tentang teori asam yang dikemukakan oleh Bronsted dan Lowry!
4.      Apa yang dimaksud dengan elektrolit kuat dan sebutkan bahan-bahan kimia yang tergolong ke dalamnya?
5.      Bila dalam sebuah reaksi kesetimbangan kimia diketahui :
3P + 5Q <- - -> 2 R + 4 S
Hitunglah tetapan kesetimbangan reaksi tersebut!
6.      Jika Suatu larutan terdiri atas 2 mol zat terlarut A dan zat dan 5 zat terlarut B, hitunglah fraksi mol dari      kedua larutan tersebut.
7.      Hitunglah molalitas dari 4 gram Ca(OH)2 dalam 500 gram air, bila diketahui  Ar Ca : 40, O : 16, dan H : 1
8.      Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat, bila diketahui persamaan reaksinya adalah
H2SO4  -à 2 H + SO4

Jawab
1.      Termokimia digunakan untuk memperkirakan energy yang terjadi pada proses
a.       Reaksi kimia
b.      Perubahan fase
c.       Pembentukan larutan
2.      Tetapan kesetimbangan reaksi adalah perbandingan konsentrasi pada suatu reaksi kesetimbangan, factor yang mempengaruhi
a.       Suhu
b.      Tekanan / Volume
c.       Konsentrasi
3.      Menurut Bronsted dan Lowry Asam adalah spesi yang member proton (H +)
4.      Elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Yang termasuk didalamnya diantaranya HCl, HNO3, H2SO4, dan NaOH
5.      Kc           = R^2 . S^4 / P^3 . Q ^5

  XA          =nA / n Total
= 2 / 2 + 5
= 2/7
       XB            = n B / n Total
                        = 5/7
       Xtotal        = XA + XB
                        = 2/7 + 5/7          = 7/7      = 1

7.      Molaritas             = gram/MR  -> MR Ca(OH)2         = 40 + 16*2 +1*2
= 74
=4/74                    =0.054054
Molalitas                      = mol x 1000/masa
                                    = 0.054054 x 1000/500
                                   = 0.1081  
   pH          = - log H+
= - log 2                               
= - log 0.2             (0.1 mol., jadi di kali 0.1)
= 0.69

Senin, Januari 27, 2014

ASETAL DEHIDA


TUGAS PRAKTIKUM KIMIA
PEMBUATAN ASETALDEHIDA










Disusun oleh :
Muhamad Mukhibin (2008340035)




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
2014

PENDAHULUAN
Asetaldehide, atau menurut nama sistematisnya etanal, adalah sebuah senyawa organik dari kelompok aldehida, dengan rumus kimia CH3CHO atau MeCHO. Senyawa ini merupakan cairan mudah terbakar  dengan bau buah-buahan. Asetaldehida terdapat dalam buah-buahan dan kopi yang sudah matang, dan roti segar. Senyawa ini dihasilkan oleh tumbuhan  dalam metabolisme normalnya. Asetaldehida juga merupakan zat antara dalam produksi asam asetat, beberapa ester, dan zat-zat kimia lainnya.
Asetaldehid merupakan senyawa organik yang terdiri dari satu gugus alkil dan sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada karbon karbonilnya. Aldehida lazim terdapat dalam sistem makhluk hidup. Aldehida memiliki bau yang khas yang dapat membedakannya dengan keton. Umumnya aldehida berbau merangsang dan keton berbau harum.
Salah satu aldehid yang penting adalah asetaldehid. Asetaldehid memiliki titik didih sekitar temperatur kamar (20oC), juga lebih mudah untuk disimpan atau diangkut dalam bentuk trimer atau tetramer siklik. Asetaldehid digunakan sebagai zat antara dalam sintesis asam asetat, anhidrida asetat dan senyawa-senyawa lain dalam industri.
Sintesa aldehid dapat dilakukan beberapa metode, yakni oksidasi alkohol primer dengan KMnO4 + H2O atau K2Cr2O7 + H2O, reduksi asilhalida dengan H2 yang dikenal reaksi Rosenmund, suling kering garam alkanoat dengan garam formiat, adisi CO dan H2 pada alkena, dan cara khusus dengan hidrasi katalitik dari asetilena.
Aldehid merupakan sekian banyak kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Aldehida mempunyai sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada karbon karboninya. Gugus lain dalam suatu aldehida (R dalam rumus di bawah ini) dapat berupa alkil, aril atau H.
Aldehid lazim terdapat dalam sistem makhluk hidup. Gula ribosa dan hormon betina progesteron merupakan contoh aldehid yang penting secara biologis. Banyak aldehid mempunyai bau yang khas yang membedakannya umumnya aldehid berbau merangsang. Misalnya, transinamaldehida adalah komponen utama minyak kayu manis dan enentiomer-enantiomer karbon yang menimbulkan bau jintan dan tumbuhan permen.
Dalam sistem IUPAC, nama suatu aldehida diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengubah huruf akhir –a menjadi –al. tak diperlukan nomor; gugus –CHO selalu memiliki nomor 1 untuk karbonnya.
Aldehid lazim, nama trivialnya untuk digunakan cara luas. Aldehid diberi nama menurut nama asam karboksilat induknya dengan mengubah akhiran asam  –oat atau asam –at menjadi akhiran aldehida.
Asam karboksilat                                                  Aldehida
Asam formiat                                                        Formaldehid
Asam asetat                                                          Asetaldehid
Asam propionat                                                    Propionaldehid
Asam butirat                                                         Butiraldehid
Asam benzoat                                                       Benzaldehid

Salah satu aldehid penting, asetaldehida dengan titik didih sekitar temperatur kamar (20oC), juga lebih mudah untuk disimpan atau diangkut dalam bentuk trimer atau tetramer siklik. Asetaldehida digunakan sebagai zat antara dalam sintesis asam asetat, anhidrida asetat dan senyawa-senyawa lain dalam industri. (Ralp J. Fessenden dan Joan S. Fessenden, 1982).
Aldehida mudah direduksi masing-masing menjadi alkohol primer dan sekunder. Reduksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, umumnya dengan hidrida logam.
Hidrida logam yang paling sering digunakan untuk mereduksi senyawa karbonil ialah lithium alumina hidrida (LiAlH4) dan natrium borohidrida (NaBH4). Ikatan logam-hidrida terpolarisasi, dengan muatan pada logam positif dn muatan pada hidrogen negatif. Dengan demikian, reaksinya melibatkan serangan nukleofilik tak reversibel dari hidrida (H-) pada karbon karbonil. Produk awalnya ialah aluminium alkoksida, yang selanjutnya terhidrolisis oleh air dan asam menghasilkan alkohol. Hasil akhirnya ialah adisi hidrogen pada ikatan rangkap karbon-oksigen.
Karena ikatan rangkap karbon-karbon tidak mudah diserang oleh nukleofilik, hidrida logam dapat digunakan untuk mereduksi ikatan rangkap karbon-oksigen menjadi alkohol padanannya tanpa mereduksi ikatan rangkap karbon-karbon yang terdapat pada senyawa yang sama.
Aldehid jauh lebih mudah dioksidasi dari keton. Oksidasi aldehida menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama. Karena reaksi ini terjadi dengan mudah, banyak zat pengoksidasi seperti KMnO4, CrO3, Ag2O dan perasam dapat digunakan
Ion perak sebagai pengoksidasi memang mahal tetapi dapat secara selektif mengoksidasi aldehida menjadi asam karboksilat meskipun dengan kehadiran alkena.
Uji laboratorium yang membedakan aldehida dari keton didasarkan pada perbedaan kemudahannya dioksidasi. Pada uji cermin perak Tollens, ion kompleks perak-amonia direduksi oleh aldehida (tetapi tidak oleh keton) menjadi perak logam.
Jika bejana kaca tempat melakukan uji benar-benar bersih, perak pengendap sabagai cermin pada permukaan kaca. Reaksi ini juga dilakukan pada kaca perak, dengan menggunakan aldehida yang murah, yaitu formaldehida.
Aldehida begitu mudahnya dioksidasi sehingga sampel yang disimpan biasanya mengandung sedikit asamnya. Kontaminasi ini disebabkan oleh oksidasi udara

RCHO  +  O2 → 2 RCO2H

                                                                         (Harold Hart, 1983).

Destilasi adalah metode pemisahan zat-zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih. Pada proses destilasi sederhana, suatu campuran dapat dipisahkan apabila zat-zat penyusunnya mempunyai perbedaan .titik didih cukup tinggi. Misalnya untuk memisahkan natrium klorida dan air dari larutan garam NaCl, maka pelarut yang mempunyai titik didih rendah dalam hal ini air diuapkan kemudian diembunkan (dikondensasikan) kembali untuk mendapatkan air murni (aquades). Apabila proses ini dilanjutkan, maka semua air akan habis menguap dan terkondensasi sehingga yang tertinggal hanya padatan zat terlarut natrium klorida.
Pada pemisahan campuran dari dua cairan yang menguap atau titik didihnya berdekatan lebih banyak persoalannya, sehingga tidak dapat dilakukan dengan destilasi biasa. Suatu cara yang sering digunakan untuk memperoleh hasil yang lebih baik disebut destilasi bertingkat, yaitu proses dalam mana komponen-komponennya secara bertingkat diuapkan dan diembunkan.
Dalam proses ini campuran didihkan pada kisaran suhu tertentu pada tekanan tetap. Uap yang dilepaskan dari dalam cairan tidak murni berasal dari salah satu komponen tetapi masih mengandung komponen dengan komposisi yang biasanya berbeda dengan komposisi cairan yang mendidih. Kenyataan umum yang diperoleh adalah bahwa uap lebih banyak mengandung komponen yang mudah menguap (atsiri).
Bila sebagian cairan yang telah didihkan uapnya diembunkan, maka campuran akan terbagi manjadi dua bagian. Bagian pertama terdiri dari uap yang terembunkan disebut destilat, dan yang mengandung lebih banyak komponen yang atsiri dibandingkan cairan aslinya. Bagian kedua adalah cairan yang tertinggal disebut residu, yang susunannya lebih banyak komponen yang sukar menguap. Bila destilat yang mula-mula diperoleh dipanaskan lagi sampai mendidih, maka uap yang baru akan lebih banyak lagi komponen yang lebih atsiri. Hal ini dapat diulangi lagi beberapa kali sampai akhirnya diperoleh salah satu komponen murni yang mudah menguap.
Destilasi bertingkat dengan proses bertahap (batch) seperti dilakukan diatas agak merepotkan. Pemisahan yang lebih efisien dapat dicapai melalui proses sinambung (kontinyu) yang dapat dilakukan dengan cara cepat dalam suatu kolom fraksionasi. Dalam kolom ini uap diembunkan dan tersuling ulang beberapa kali sebelum meninggalkan kolom sampai akhirnya diperoleh destilat yang murni. Destilasi bertingkat dengan cara ini banyak dipakai dalam industri, misalnya untuk memisahkan minyak mentah ke dalam berbagai komponennya, termasuk bensin, minyak tanah, minyak pelumas dan parafin.
Pada pemisahan campuran yang membentuk larutan non ideal dapat menujukkan prilaku yang lebih rumit. Campuran tersebut tidak dapat dipisahkan secara menyeluruh kedalam komponen-komponennya, karena bila didihkan campuran akan mendidih dengan konstan. Campuran semacam ini disebut azeotrop, yaitu campuran yang mendidih pada suhu konstan dan dengan komposisi yang konstan. Campuran HCl dan air adalah contoh larutan non ideal yang menunjukkan deviasi negatif besar.
Campuran ini memiliki titik didih maksimum yang konstan pada 1 atm dan suhu 108,5oC, dengan komposisi 20,22% HCl. Campuran lain yang mempunyai titik didih konstan adalah etil alkohol dan air. Campuran ini menunjukkan deviasi positif besar dari sifat ideal, sehingga mendidih dengan titik didih minimum 72,8oC pada 1 atm dengan komposisi 95,6% etil alkohol. Untuk mengetahui hubungan antara titik didih dan komposisi uap dapat dibuat diagram titik didih. (Estien Yazid, 2005) 

PROSES PEMBUATAN
Asetaldehid dibuat dengan proses oksidasi alkohol primer yang menggunakan bahan pengoksidasi kalium bikromat yang diasamkan dengan asam sulfat encer.
Proses pertama yaitu menyiapkan alat-alat sintesis. Kemudian mencampurkan 7,5 gram kalium bikromat dengan campuran 30 ml air dan 5,5 ml H2SO4 pekat, dimasukkan ke dalam labu destilasi. Kalium bikromat bertindak sebagai oksidator dengan mengoksidasi ikatan pada alkohol menjadi aldehid. Sedangkan H2SO4 pekat berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi dan memberi suasana asam sehingga kalium bikromat dapat terionkan.
Ke dalamnya ditambahankan batu didih untuk mencegah terjadinya ledakan / bumping pada saat nanti dipanaskan. Kemudian dimasukkan 10 ml etanol 96% sebagai bahan baku pembuatan asetaldehid. Dengan segara , ditutup labu destilasi untuk mencegah terjadinya penguapan bahan baku. Dialirkan pada tabung liebig. Prinsip kerjanya yaitu dengan memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan perbedaan titik didih. Reaksi pembentukan asetaldehid akan berjalan dengan sendirinya , karena reaksi ini bersifat eksoterm. Akan tetapi memerlukan waktu yang lama, sehingga untuk mempercepat reaksi, dilakukan pemanasan.
Pemanasan dilakukan dengan nyala api kecil dan dengan suhu dijaga tidak boleh lebih dari 70 C. Karena apabila suhu lebih dari 70 C maka akan terjadi esterifikasi dimana alkohol dan air naik , dan menghasilkan gugus karboksilat yang kemudian tercampur dalam asetaldehid. Sehingga nanti produk yang dihasilkan tidak murni asetaldehid.
Untuk  membuktikan asetildehide dapat terbentuk dapat menggunakan reaksi identifikasi aldehide
Reaksi Identifikasi Aldehid diantarnya adalah,
1.      Reduksi larutan perak ammoniakal / Reagen Tollens
Pada uji tollens ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan senyawa aldehid yang terkandung dalam sampel. Reagen tollens dibuat dengan cara mereaksikan 2 mL AgNO3 9% dengan 2 ml larutan amoniak dalam NaOH. Dikatakan positif bila dihasilkannya cermin perak (Ag(s)).
2.      Reaksi dengan Reagen Fehling.
Fehling terdiri dari 2 bagian yaitu Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartarat. Untuk menguji adanya alehid pada praktikum ini yaitu dengan cara mengambil sedikit destilat ke dalam tabung reaksi, kemudian pereaksi Fehling A dan Fehling B dicampurkan ke dalam larutan tersebut. Dikatakan positif terdapat asetaldehid bila terjadi berubahan warna dari biru menjadi endapan berwarna merah

3.      Pendamaran oleh Alkali
Tujuan dari reaksi pendamaran adalah untuk mengetahui adanya gugus alkil, reaksi ini menggunakan NaOH yang berfungsi sebagai sumber ion OH yang akan berikatan dengan rantai aldehid dan akan membentuk aldolaldehid. Identifikasi dilakukan dengan destilat dengan beberapa tetes larutan NaOH perbandingan 1 : 1, kemudian dipanaskan. Terbentuk larutan berwarna kuning keruh dan bau dammar menunjukkan bahwa larutan mengandung asetildehide.
4.      Reaksi Warna Schiff
Pereaksi Schiff dapat digunakan untuk memenentukan adanya gugus aldehid. Identifikasi dilakukan dengan mencampurkan destilat dan reagen schiff beberapa tetes dengan perbandingan 1:1. Gugus aldehid ditunjukkan dengan adanya warna ungu apabila direaksikan dengan pereaksi Schiff.
5.      Pembentuka Fenil Hidrazin
Pada identifikasi yang terakhir, dilakukan dengan mencampurkan destilat dengan reagen hidrazin. Uji positif akan ditandai dengan larutan yang berwarna kuning.

 KESIMPULAN 
Kegunaan asetaldehid antara lain:
a. Sebagai bahan baku pembuatan asam asetat.
b.Sebagai bahan baku dalam anhidrida asetat dan esternya, yaitu etil asetat.
c. Aldehid aromatik sering digunakan sebagai penyedap, parfum dan lain sebagainya.
d.      Sebagai bahan untuk kareat atau damar buatan dan zat warna.
Sifat kimia asetaldehid yaitu: larut dalam air, lebih reaktif daripada keton, dapat dideteksi dengan uji Tollens, Benedict dan fehling, dan dapat bersifat sebagai pereduksi. Sedangkan sifat fisis asetaldehid yaitu: merupakan cairan yang baunya sangat enak, mudah menguap dan titik didihnya 20,2oC.
Pembuatan asetaldehid dilakukan dari oksidasi alkohol primer yakni etanol dengan larutan K2Cr2O7  dalam suasana asam dengan menggunakan metode destilasi yang didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing larutannya.

DAFTAR PUSTAKA
  
Fessenden R. J dan J. S Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Hart, Harold. 1983. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Jakarta: Erlangga.
Http://alchemist0308.blogspot.com/2011/11/laporan-organikasetaldehid.html
Yazid, Estien. 2005. Kimia Fisika untuk Paramedis. Yogyakarta: Andi.